Terus terang, saya tidak bisa menyebutkan siapa yang menciptakan permainan trup. Tapi jelas asalnya memang pasti orang Medan, karena ada ujar-ujar yang mengatakan, “Jangan mengaku anak Medan kalau tidak pandai main trup”. Namanya resminya adalah Trup Gembira. Kadang-kadang disebut juga dengan Trup Keling. Istilah Keling tidak ada di daerah lain kecuali hanya ada di Medan. Maka pasti, trup gembira adalah khas permainan kartu anak Medan.
Permainan trup bebas dari judi. Bukan tidak bisa. Kalau mau, semua bisa dijadikan permainan judi. Tapi main trup memang tidak enak untuk dijadikan ajang perjudian. Kalau sekedar untuk cari hoga saja, memang main trup paling tepat karena bisa buat naik syur. Di Medan, permainan trup adalah salah satu permainan yang masuk “daftar resmi” dalam perlombaan merayakan ulang tahun kemerdekaan disamping panjat pinang.
Kartu yang dimainkan adalah kartu remi biasa. Permainan khas anak Medan ini, memiliki nilai filosofis yang tinggi. Sangat tepat untuk mewakili kedinamisan kehidupan anak mudanya. Anak Medan itu punya perhitungan. Dalam trup ada istilah penawaran yang disesuaikan dengan nilai kartu yang dimiliki. Anak Medan punya jiwa “gambling” yang tinggi sekali. Walaupun modal tidak cukup, tapi keberanian untuk membawa trup mungkin bisa berakhir dengan kemenangan. Dan bukan tidak mungkin pula kalah telak yang disebut dengan Pek Go. Nilai “perkawanan” dalam main trup juga sangat tinggi sekali. Ada istilah yang mewakilinya, ”Kan kita tidak main sendiri. Percuma ada kawan”
Dalam permainan trup, semua kartu terpakai kecuali joker. Nama kartu disesuaikan dengan gambarnya yaitu; hati, keling, keriting dan luit. Daun dua jadi marka atau tanda untuk menghitung angka kemenangan. Main trup bisa empat, enam atau delapan orang. Dua juga bisa. Itu hebatnya. Fleksibel, sehingga kalau ada kumpul-kumpul, semua bisa ikut main. Pada permainan empat orang, masing-masing peserta mendapat delapan kartu. Daun lima, enam dan tujuh tidak terpakai. Semua kartu terpakai bila bermain enam atau delapan orang. Pada permainan enam orang, masing masing dapat delapan kartu, sedangkan untuk permainan delapan orang masing-masing dijatah enam kartu. Makin banyak pemain, makin hati-hati dan penuh perhitungan cara bermainnya. Makin banyak pemain, makin tinggi tingkat kegembiraannya. Riuh rendah dan penuh canda.
Permainan dimulai dengan pembagian kartu pembuka. Main empat dan enam dapat empat kartu. Main delapan tiga kartu. Dari nilai kartu yang diterima, pemain dapat memperhitungkan modalnya (lihat nilai cara penawaran dalam boks). Modal diperhitungkan dari pegangan kartu dengan gambar dan warna yang sama. Tawaran bisa dilakukan bila nilai kartu minimal 30. Kalau nasib baik, pada pembagian kartu kedua bisa menambah modal. Kalau nasib tidak baik, maka kartu yang datang pada pembagian kedua lain jenis walau warna sama.
Pemain yang mula menurunkan kartu adalah yang di sebelah kanan pembagi kartu. Pemain yang menawar sudah meletakkan kartu modalnya di bawah himpitan kotak kartu remi. Kartu dengan warna yang sama disepakati sebagai trup pada sesi permainan itu. Hukum dan perangkat di bawahnya akan mengalahkan semua nilai kartu yang bukan trup. Tidak perduli walaupun tingkatannya juga sama-sama hukum. Bila tidak ada yang sama dengan kartu yang diturunkan, maka pemain boleh memotong. Memotong bisa untuk mengambil kartu lawan dengan menebak trup yang disimpan penawar, atau bisa juga menyelinapkan kartu berharga bila kartu kawan sudah menang. Untuk menyelamatkan perolehannya, pemain ada yang coba menurunkan kartu yang lain dari warna yang diminta. Namanya curi ayam. Kalau ketangkap pihak lawan, ya ronggeng juga. Jelas hukum berlaku. Apalagi kalau kalah sudah lima sesi dalam satu permainan, maka hukuman langsung putus. Ronggeng. Sebelum ronggeng, kelompok yang kalah harus menjalani hukuman tambahan terlebih dahulu. Biasanya memukul tiang listrik. Celoteh atau sindiran kelompok yang menang disertai teriakan takpung-takpung menghangatkan suasana. Asyiik.
Satu hal yang paling penting, permainan trup menunjukkan anak Medan memang menghargai hukum. Satu-satunya hukum yang masih bisa diakui bersama keampuhannya adalah hukum trup. Kalau hukum trup yang turun, tidak ada yang bisa mengalahkannya. Walau nilai kartu kecil, tapi kalau sudah dinyatakan sebagai trup, maka hukum yang manapun juga pasti kalah. Itulah hebatnya kesepakatan dalam trup. Permainan yang sangat sportif dan membiasakan diri akrab dengan hukum. Hanya main trup yang menyatakan bahwa kartu tertingi nilainya adalah hukum, Hanya trup yang menghukum orang yang tidak cukup modal tapi coba-coba main. Trup tidak boleh nekat, berani silahkan saja. Sayang sekali permainan ini sudah mulai ditinggalkan anak muda sekarang. Kalah dengan play stasiun yang sangat personal. Kalah dengan internetan, atau SMSan. (Jaya Arjuna)
syur = sangat suka dengan nilai kualitas maupun kuantitas yang tidak terdefinisikan.
Pek Go = seratus lima puluh
kumpul-kumpul = pertemuan informal
ronggeng = berpindah tempat sambil berjoget.
.
.


Trims bung. Aku sudah lama tak main, sudah banyak yang wafat. Kadang kangen juga
BalasHapushoras medan.., mau nanya bg klw "modal" lawan harus cari berapa bg..kemudian si penawar modal minimal nila yg di dapatkannya berapa? 10?,,20?,,30?,,40?
BalasHapushoras om....
BalasHapusminggu tanggal 19 januari 2014, ada trup gembira di kafebaga jln eka surya no 35 h, medan johor.. kalau ada waktu boleh gabung om, biar mantapp
ini link nya http://abrar666.wordpress.com/2014/01/16/trop-gembira/
kalo ada yang online asik bang
BalasHapus